Senin, 30 April 2012

tanpa judul

berkelit karena tahu bahwa tangannya tak bisa diam
berteriak karena tahu kalo hatinya hanya bisa diam
bersemayamlah dengan tenang dalam kata2 jamak
keindahan merenung dalam ketidakhadiran nurani
berkatalah dengan lantang dalam kata2 tunggal
keberuntungan melamun dalam pembenaran hakiki
berakhirlah dengan damai dalam kemurungan tertinggal
kebersamaan menatap dari keterbenturan hirarki
pulanglah...
kembalilah kemari dengan pintu jiwamu yang terbuka
karena aku tak bisa bijak jila api yang bicara
biarlah sampai intuisi perintahkan lidahku berkata..
mengertilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar